KESEHATAN
LAPANGAN DAN PERTOLONGAN PERTAMA GAWAT DARURAT
Oleh :
Tongem(MPG 91.01.022)
1.KESEHATAN
LAPANGAN
Dalam berkegiatan di alam
terbuka,penyakit yang mungkin menyerang seseoaran terutama dipengaruhi oleh
ketinggian,dingin ataupun panas yang berlebihan serta kondisi fisik yang sedang
menurun.pada dasarnya,penyakit-penyakit yang mungkin timbul saat berkegiatan di
alam bebas adalah factor yang dapat di perhitungkn sebelumnya.seseoarng yang
telah mempersiapkan perlengkapan dan fisik nya akan lebih mudah dalam
menghadapi kemungkinan ini dibandingkan mereka yang tidak siap.
A.PENYAKIT-PENYAKIT
YANG MUNGKIN TERJADI DAN PENANGANANNYA
1.Hypothermia
Di Indonesia kematian akibat
kecelakaan di gunung kebanyakan diakibatkan kerena oxposure(kehilangan panas
tubuh), diantaranya yang terpenting adalah hypothermia atau penyakit menurunnya
suhu tubuh. Missalnya ternyata bukan kerena udara yang terlalu dingin, tetapi
sipenderita itu basah akibat terguyur hujan. Pakaian yang basah mengurangi
kemampuan insulasi(kemampuan untuk menahan panas tubuh)sampai 90 persen. Daya
tahan tubuh yang buruk dan perlengkapan yang kurang , mengakibatkan suhu tubuh
terus turun hingga akhirnya mengakibatkan kematian.
Tubuh manusia menjaga panas agar
tubuh tetep normal ( 36-37) dengan beberapa cara antara lain :
-
melalui
pencernaan makanan. Makanan yang masuk kedalam tubuh menghasilkan panas melalui
oksidasi, dan ini terutama penting bagi tubuh saat istirahat. Pada saat tubuh
mengalami metabolism basal dan
menghasilkan energy minimal yang diperlukan manusia. Panas yang berasal dari
pencernaan makanan ini akan menghasilkan lebih baik lagi oleh tubuh ketika
sedang bergerak.
-
Panas
juga diperoleh dari tubuh sendiri, yaitu dengan gerakan otot tubuh dan reaksi
badan dengan mengigil. Mengigil adalah
reaksi yang muncul akibat tubuh kedinginan, dan ini menghasilkan panas
yang setara dengan lari-lari kecil atau kalori dari 2 batang caklat yang
dimakan setiap satu jam.
-
Reaksi
alamiah lainnya dari tubuh untuk mempertahankan suhu adalah melalui
penyempitan kulit, sehingga menjaga
darah agar tetep dekat dengan jantung.
Sebaliknya
tubuh juga dapat kehilangan panas dengan beberapa cara. Setiap kali bernapas
kita mengeluarkan udara panas. Dan ini berati hilangnya panas dari tubuh. Hal ini tentu tak bisa dihindari,
penguapan keringat dari kulit dan paru-paru merupakan penyebab terbesar
hilangnya panas tubuh. Kendati ini tak dapat dihindarkan, tetep penguapan itu
bisa dikendalikan dengan pakaian yang tidak menyerap air, tetapi uapnya masih
dapat keluar.
Panas tubuh juga dapat hilang dengan cara
konduksi, misalnya Karena air hujan atau terkena benda dingin. Seorang pecinta
alam yang kehujanan misalnya, akan kehilangan sejumlah panas tubuh dangan
cepat. Panas juga dapat dilepaskan dari bagian-bagian tubuh yang tidak tertutup
di udara dingin, terutama pada kepala, leher dan tangan.
Angina atau aliran udara akan
menghilangkan lapisan tipis udara panas diatas. Kematian bisa terjadi
akibat hilangnya panas badan pada suhu udara 50c dengan tiupan
angina 30 mil per jam.
Orang yang terkena hyportemia menunjukan
gejala-gejala yang sesuai dengan tingkat penurunan suhu tubuh. Kehilangan
kesadaran misalnya, akan menyebabkan apa yang tersebut parodoxial feeling of warmth.penderita hyporthermia justru
merasakan yang sebaliknya, yaitu rasa panas, sehingga meninggalkan pakaiannya
diudara yang dingin itu. Gejala-gejala hypothermia tersebut adalah sebagai
berikut :
Suhu
Tubuh
(0
celcius)
|
Gejala-gejala
yang mungkin
timbul
pada tubuh
|
37 - 36
|
Suhu normal
|
36 – 35
|
Menggigil sampai
bulu roma berdiri, tetapi masi terkendali. Gerak langkah menjadi lamban.
Koordinasi tubuh mulai terganggu.
|
35
|
Menggigil tak
terkendali lagi
|
35 – 33
|
Pengambilan
keputusan dan koordinasi tubuh kabur. Langkah kaki sering tersandung.
Berbicara kasar.
|
33
|
Semangkin
menggigil. Denyut nadi dan tekanan darah mulai menurun.
|
32 – 29
|
Menggigil
berhenti. Kebingungan meningkat,meracau dan ingatan mulai hilang, gerakan
tersentak-sentak biji mata mulai membesar
|
29 – 20
|
Otot menjadi
kaku, biji mata membesar, denyut nadi melemah atau tidak teratur, tarikan
nafas melemah, warna kulit kebiru-biruan, tingkah laku kacau, menujuh ke arah
tidak sadar.
|
27
|
Pingsan, biji mata
tidak lagi menangkap gerakan cahaya, kehilangan gerakan spontan, tampak
seperti telah meninggal.
|
26
|
Koma gawat, suhu
tubuh mulai menurun dengan cepat sekali.
|
20
|
Denyut Jantung
berhenti. (game Over)
|
Kalau anda melihat tanda-tanda hypothermia, beberapa
hal yang harus dilakukan untuk menanggulanginya adalah :
1.
Jangan
biarkan orang yang terkena hypothermia tidur, karena hal ini dapat membuatnya
kehilangan kesadaran hingga tak mampu lagi menghangatkan badannya sendiri.
Memanggil adalah usaha biolagis dari badan untuk hangat, karena itu usahakan
untuk tidak tidur dan biarkanlah menggigil.
2.
Berikan
minuman hangat dan manis kepada penderita hypothermia.
3.
Kalau
tersedia baju kuning, gantilah baju basah sedang dipakainya.
4.
Usahakan
untuk mencari tempat yang aman dari hembusan angina, misalnya dengan mendirikan
tenda atau pelindung.
5.
Jangan
baringkan si penderita ke tanah, usahakan agar memakai alas yang kering dan
hangat.
6.
Masukan
si penderita kedalam kantung tidur (sleeping bag). Usahakan agar sleep bag
tersebut dihangatkan terlebih dahulu oleh orang yang masih sehat. Orang
tersebut sebaiknya hanya mengenakan celana dalam atau bahkan telanjang, ini
dilakukan agar panas tubuhnya cepat menghangatkan sleeping bag tersebut.
7.
Letakkan
botol air hangat (bukan panas) ke dalam sleeping bag untuk membantu
menghangatkan sleeping bag.
8.
Kalau
sleeping bag yang digunakan cukup lebar, maka panas badan orang yang sehat
dapat membantu si penderita secara langsung, yaitu dengan cara tidur
berdampingan di dalam satu kantung tidur. Keduanya sebaiknya telanjang,karena
kaontak langsung kuliat ke kulit akan cepat menghangatkan si penderita.
9.
Kalau
bole buatlah api di kedua sisi si penderita.
10. Segera setelah si penderita
sadar, berikanlah makanan yang manis-manis, karena hidrat arang merupakan bahan
bakar yang cepat menghasilkan panas dan tenaga.
2.mountain
sicknees (hypoxia)
Semangkin tinggi suatu daerah,
semangkin tipislah kadar oksigennya. Ini mempengaruhi aktivitas seorang pendaki
gunung kerena hypoxia. Kapasitas kerja fisik akan menurun. Memang tidak semua
pendaki gunung mengalami hal yang sama, kerena besar kecilnya pengaruh dari
kekurangan oksigen ini tergantung dari masing-masing individu, terutama
kesegaran jasmaninya. Ada pendaki gunung yang sudah terkenah pengaruh ada
ketinggian 2000 meter, tetapi ada yang merasakannya pada ketinggian 4000 meter
atau lebih.
Pendaki yang terkena hypoxia akan
memperlihatkan gejala-gejala yang disebut mountain sickness (penyakit gunung).
Biasanya gejala ini muncul akibat si pendaki terlalu mencapai suatu ketinggian.
Munculnyapun beberapa jam setelah mencapai ketinggian tersebut.gejala-gejala
tersebut berupa pusing,nafas sesak,tidak nafsu
makan,mual,munta,kedinginan,badan terasa lemas,perasaan malas sekali,jantung
berdenyut lebih cepat,dan sakit kepala. Selanjutnya penderita tidak dapat
tidur, muka pucat,kuku dan bibir terlihat kebiru-biruan.
Pada umumnya gejalah ini akan hilang
beristirahat, yaitu setelah 24 sampai 28 jam kemudian,karena itu penderita di
anjurkan untuk beristirahat agar kebutuhan tubuh akan oksigen dapat dikurangi.
Tetapi kalau usaha ini tidak berhasil, maka penanggulangan yang tepat adalah
membawa turun si penderita dari ketinggian tersebut. Keseluruhan gejalah ini
umum nya akan berkurang apabila ketinggian dikurangi 500 hingga 600 meter dari
ketinggian semula si penderita berada.
Cara lain untuk mengatasinya adalah
dengan bernafas dalam-dalam dan cepat agar oksigen banyak yang msuk ke dalam
sistem pernafasan. Saying cara ini sangat melelahkan dan malakelamaan akan
menimbulkan pusing atau bahkan mual sebagai akibat pengaruh kehilangan karbon
dioksida. Pernafasan dengan tabung oksigen merupakan pertolongan yang terbaik, tetapi biasanya sangat jarang
kita membawanya, kecuali pada pendakian gunung diatas ketinggian 7000 meter.
Ada suatu cara untuk menghindari
hypoxia, yaitu dengan melakukan proses aklimatisasi,
yaitu proses memberi kesempatan bagi
tubuh untuk menyesuaikan diri dengan kadar oksigen udara pada pada ketinggian
saat itu. Ini dapat dilakukan dengan tidak terlalu cepat mencapai suatu
perbedaan ketinggian dari tempat semula. Misalnya,dari ketinggian 300 mdpl
langsung memndaki dan mencapai ketinggian 3000 mdpl. Hindarilah kejadian
diatas, setidaknya istirahatlah dengan membuka kemah pada ketinggian 2500 mdpl
dulu. Setelah satu hari dan di rasakan tidak ada pengaruh besar bagi tubuh,
barulah boleh menambah ketinggisn hingga 3500 mdpl, begitu selanjutnya.
3.pulmonary
Edema (Edema Paru-paru)
Kebocoran plasma darah ke dalam
jaringan paru-paru menyebabkn kantung-kantung udarah (alveol),tidak efektif
lagi untuk pertukaran oksigen dengan karbon dioksida. Ini menyebabkan apa yang
disebut dengan adema paru (pulmonary edema). Penyebabnya sampai sekarang belum
di pahami betul, tetapi masi berkaitan dengan berkurangnya reaksi tubuh dengan
oksigen.
Gejala-gejala edema paru bisa muncul
kira-kira ketinggian 3000 meter,yaitu 12 jam sampai 36 jam setelah si penderita
kekurangan oksigen. Semangkin besar pengerahan tenaga di ketinggian yang kurang
oksigen itu, semangkin berkembang edema paru. Berdasarkan hal ini, maka
penanggulangan yang dapat dilakukan segera adalah dengan beristirahat.
Sepintas gejala-gejala edema paru
mirip dengan penyakit gunung yang akut (AMS – acute mountain sicknees).
Gejala-gejala tersebut adalah : nafas terputus-putus ( dada terasa hempit),
mual, tidak nafsu makan, batuk kering dan di lanjutkan dengan batuk
berlendir,dahak berdara, denyut nadi sangat cepat (120 sampai 160 per menit),
nafas terdengar rebut ( suara bergelembung dari dada), serta kuku dan bibir kebiru-biruan
(sianosis)
Kalau penanggulangan segera
dilakukan, si penderita akan kehilangan kesadaran dan mungkin disertai dengan
gelembung busa putih atau merah jambu di mulut atau hidung. Ini adalah tahap
akhir yang bisa mengakibatkan kematian, terutama kalau si penderita tidak
segera diturunkan ke tempat yang lebih rendah. Gejala ini bisa saja tidak di
perhatikan kerena sering terjadi pada malam hari, dari terlihat akibatnya
keesokan harinya. Edema paru juga mirip dengan tahap akhir hypothermia,
sehingga salah di tapsirkan.
Untuk mencegah kemungkinan penyakit
ini,pendaki gunung hendaknya berjalan dengan peralatan. Di atas ketinggian 3300
meter, dianjurkan untuk beristirahat sedikitnya satu hari untuk aklimitisasi
(kekurangan dalam sel-sel tubuh). Begitu gejala pertama muncul (pusung sekali
dan batuk-batuk), secepatnya dilakukan evakuasi dengan mengangkutnya ketempat
yang lebih rendah.
4. Heat
Exhaustion (kepanasan)
Rasa panas yang berlebihan yang
disebut dengan lejar panas (heat exhaustion) dapat dialami seseorang kerena
keadaan alam yang panas atau kerena fisiknya yang lemah. Keadaan ini
menyebabkan urat-urat darah di bawah kulitnya mengambang,sehingga aliran darah
keotak dan organ penting lainnya akan berkurang. Timbul gejala-gejala : mual,
pusing, haus, sakit kepala, kulit lembab dan dingin, tidak sadar diri, dan
mungkin urat nadi berdenyut keras.
Aklimatisasi yang kurang terhadap
panas, terjadinya dehidrasi atau kekurangan garam dalam tubuh, membuat
seseorang peka sekali terhadap rasa panas. Untuk menanggulangi ini, si
penderita harus beristirahat di tempat yang teduh, lalu di beri minum air
dingin yang di beri garam atau tablet garam.
Terik matahari dapat membuat rasa
panas yang luar biasa buat seseorang. Timbullah gejala yang disebut sangat
panas (heat stroke atau sun stroke),
yaitu muka merah dan panas, denyut urat nadi cepat, sakit kepala, lemah dan
malas. Hal ini disebabkan karena kegagalan tubuh dalam proses berkeringat dan
mekanisme pengaturan panas badan. Kalau gejala-gejala tersebut muncul, ini merupakan
masalah serius yang membutuhkan penanggulangan secepatnya. Tempatkan segera si
penderita di tempat yang sejuk, lalu dinginkanlah dengan cara merendam
kepalanya dengan air. Segera minum air dingin secara terus menerus hingga suhu
badan normal kembali.
Keram otot juga sering di alami oleh
pendaki gunung. Hal ini disebabkan kerena asam laktat terkumpul di jaringan
kulit otot sebagai akibat berkurangnya garam kerena keluar lewat keringat
secara berlebihan. Langka pertama yang bisa di lakukan adalah membaringkan si
penderita agar darah membawa keluar kumpulan asam laktat dan jaringan otot.
Renggangkanlah otot yang keram dengan menarik dan mendorongnya. Kemudian
berikan tablet garam kepada si penderita untuk menghilangkan penyebab
sebenarnya dari penyakit itu.
5. frost
bite (radang dingin)
Seperti telah di tulis di muka,
salah satu cara tubuh untuk mempertahankan panas adalah dengan penyempitan
pembuluh darah kulit. Mekanisme ini menyebabkan aliran darah ke permukaan kulit
berkurang, karena sebagian besar darah itu mengalir ke organ inti tubuh. Kerena
tangan dan kaki merupakan organ tubuh yang jauh dari jantung, maka pengaruh
udara dingin sangat terasa di bagian ini. Demikian juga hidung dan kuping,
walaupun menerima suplai darah yang banyak, tetapi bentuknya menonjol sehingga
cukup cepat menerimah pengaruh dingin.
Di gunung es, udarah sangat dingin
bisa mempengaruhi otot sehingga menyulitkan koordinasi tubuh.kalau ini terjadi,
si penderita akan sukar menyalakan korek api, membuat simbul tali, atau memegang
benda-benda kecil. Kalau temperature kulit menurun di bawah 10 derajat
celcius, sentuhan dan rasa sakit di kaki atau tangan tidak lagi terasa. Begitu temperature menurun lagi,
penyakit radang dingin (frostbite) akan
timbul, sebagai akibat membekunya air di dalam sel-sel antara kuliat dengan
kapilar ( pembuluh darah terkecil).
Radang dingin ditandai oleh kulit
yang pucat dan berwarnah putih keabu-abuan. Hal ini bisa di amati di ruang yang
bersuhu normal dengan menekankan jari yang diduga terkena radang dingin ke
bagian badan yang lain. Ketika jari itu diangkat akan terlihat warna putih
keabu-abuan sebelum darah kembali mengalir di daerah itu. Kulit di bagian itu
akan mengeras dan membeku. Rasa sakit mula-mula muncul, tetapi kemudian mereda.
Bagian yang terkena radang dingin terasa dingin atau bahkan mati rasa. Pada
tahap berikutnya, jarigan kulit yang mengeras
bukan hanya di permukaannya saja, tetapi juga yang ada dibawahnya.
Pembekuan akan meluas ke otot dan kemudian ke tulang. Kalau tidak dihentikan ,
pembekuan akan terus meluas, sehingga satu-satunya jalan untuk menghentikannya
adalah memotong (amputasi) bagian yang terkena radang dingin itu.
Cara yang terbaik untuk menghindari
radang dingin adalah dengan pencegahan. Perlengkapan menahan dingin yang baik
harus di perhatikan terutama di gunung es, misalnya dengan memakai trus kaus kaki wol, mitten, dowm jacket, double mountain boot, dan
sebagainya. Kalau ada terasa ada bagian badan yang dingin segera tutupi dengan
perlengkapan tambahan. Lakukalah gerakan-gerakan untuk menanggulanginya,
misalnya dengan melatih jari-jari dan pergelangan kaki. Hindari minuman
alkoholdan rokok sebelum dan selama radang dingin itu berlangsung. Merokok akan
menyempitkan pembuluh darah, kulit, sehingga menambah kemungkinan radang
dingin. Sedangkan alcohol menyebabkan darah mengalir cepat melalui jaringan
tubuh, sehingga mendinginkan darah itu sendiri. Terjadilah penurunan suhu tubuh
secara menyeluruh.
Penanggulangan segera kalau terkena radang dingin ialah
dengan membungkus bagian badan yang membeku itu dengan jaket atau kantung tidur
yang kering dan tahan angin, lalu kempitkan kebagian badan lainnya yang masih
hangat. Jangan mengosok-gosok bagian yang beku itu dengan tangan, dan
hindarilah kemungkinan tergesek aloh salju atau hal lainya. Gosokan hanya akan
merusak jaringan kulit. Segera masukkan si penderita ke dalam tenda, lalu
masukkan bagian badan yang yang membeku itu ke dalam air hangat-hangat kuku
(kira-kira 39 derajat celcius), sedikit lebih hangat dari suhu tubuh). Jangan
sekali-kali mencoba memanaskan bagian yang membeku itu dengan air panas atau
api, karena panas yang berlebihan hanya akan menambah kerusakan pada jaringan
kulit bersangkutan.
6.snow
blind (buta salju)
Semangkin tinggi suatu daerah,
semangkin besar pengaruh sinar ultraviolet. Kalau pengaruh ini berlangsung
terus-menerus, terutama di padang es, permukaan mata akan terbakar dan jaringan
kuliat sekitarnya akan menyebabkan penyakit yang di sebut buta salju. Penyakit
ini tidak timbul tiba-tiba, tetapi delapan sampai dua belas jam kemudian.
Mula-mula mata terasa perih dan kering,
baru kemudian merasa seperti “terisi oleh pasir”. Menggerakan dan
mengedip-ngedipkan mata akan terasa sakit, air mata pun banyak bercucuran.
Kelopak mata seringkali merah dan bengkak,serta sulit atau bahkan tidak mungkin
terbuka terus.
Buta salju akan menghilang sendiri
dalam beberapa hari kemudian. Pokok penting sekarang adalah beristirahat,
jangan mencoba mempergunakan mata untuk melihat. Tutuplah mata dengan kain yang
bersih. Jangan sekali-kali menggosok-gosok mata itu, karena bisa iritasi dan
akan menyebabkan infeksi. Tunggulah dengan sabar hingga keadan mata normal
kembali.
II.
PERTOLONGAN PERTAMA GAWAT DARURAT PADA KECELAKAAN
A.PERALATAN
PPGD
Pertolongan yang cepat dan tepat
tidak selalu memerlukan alat yang mahal dan modern. Tiap penolong harus dapat
bekerja dengan bahan yang ada (improvisasi)
a. Bahan
yang minimal harus tersedia :
1. bahan
untuk membersihkan tanagan misalnya sabun,alcohol
2. Obat
untuk mencuci muka misalnya air bersih,boor water, poviden iodine
3. Obat
untuk menghilangkan rasa nyeri misalnya paracetamol
4. Bahan
untuk menyadarkan misalnya amoniak,aau de cologne
b. Alat
minimal yang di sediakan :
1. Pembalut
cepat
2.
Pembalut gulung
3.
Pembalut segitiga
4. Kapas
5.
Plaster
6. Kasa
steril
7.
Gunting
8.
Pinset
B.
PELAKSAAN PPGD
a. Dalam
PPGD pelaku bertindak dengan cepat dan tepat namun tanpa mengabaikan prinsip
PATUT. Tiap korban perlu diperiksa
b.
Langkah-langkah pemeriksaan kecelakaan :
1.
pemeriksaan kesadaran
Apakah korban sadar atau tidak,
pingsan, gelisah, acuh tak acuh.
Ancaman
maut diatasi dengan menghilangkan penyebab gengguan kesadaran , istirahat dan
menentramkan korban yang gelisah. Bila korban tidak sadar selama 30 menit ia
harus diangkut ke dokter atau puskesmas/rumah sakit
2. periksa
pernapasan
Apakah
pernapasan korban berhenti, cepat, lambat, tidak teratur. Amati korban (lihat
cuping hidung dan dengar)
Tindakan awal adalah membebaskan jalan napas dan mempertahankan saluran pernapasan. Bila pernapasan berhenti maka harus dilakukan pernapasan buatan.
Tindakan awal adalah membebaskan jalan napas dan mempertahankan saluran pernapasan. Bila pernapasan berhenti maka harus dilakukan pernapasan buatan.
3.
Periksa tanda-tanda perdarahan dan peredaran darah
Apakah
teraba denyut jantung ?
Tindakan yang harus dilakukan dengan segera yaitu menghentikan perdarahan.
Tindakan yang harus dilakukan dengan segera yaitu menghentikan perdarahan.
4.
Periksa keadaan lokal (patah tulang, luka) dan perhatikan keluhan
Tanyakan
kepada korban apakah ada yang nyeri, linu, sakit ? minta tunjukan mana yang
nyeri.
Apakah ada luka, harus di lihat juga apakah ada luka lain, beritahu korban bahwa ia akan ditolong dan diajaklah bercakap-cakap.
Apakah ada luka, harus di lihat juga apakah ada luka lain, beritahu korban bahwa ia akan ditolong dan diajaklah bercakap-cakap.
C.
GANGGUAN
1. Umum
Gangguan umum yaitu berupa gangguan
yang mempengaruhi keadaan umum seseorang dan dapat menyebabkan suatu ancaman
maut. Tindakan pertolongan yang segera dilakukan terutama untuk menyelamatkan
jiwa si korban.
Adapun macam-macam gangguan umum
yaitu berupa :
-
Gangguan
pernapasan
-
Gangguan
peredaran darah
-
Gangguan
kesadaran
2.
Gangguan pernapasan
a. Umum
zat asam merupakan unsur yang perlu
untuk kehidupan. Dengan bernapas orang akan memperoleh zat asam dari udara yang
mencapai tubuh melalui paru-paru. Hanya sebagian kecil dari udarah yang kita
hirup itu digunakan oleh tubh sedang dari jumlah ini hanya seperlima masuk ke
dalam darah. Sisa zat asam dalam udara di hembuskan lagi keluar bersama zat
arang. Oleh sebab itu dengan hembusan napas penolong, korban dapat pulah
memperoleh zat asam.
b. Cara
menenttukan seorang korban bernapas atau tidak
1.
Lihat,
gerakan dada dan perut korban, apakah ada gerakan naik turun.
2.
Dengar,
suara aliran udara
3.
Rasakan,
hembusan udara dari hidung dan mulut korban.
c. Sebab
terjadinya gangguan pernapasan
1.
Sumbat
jalan napas
2.
Menghisap
asap/gas beracun
3.
Kelemahan
atau kekejangan ototpernapasan
d. bila
pernapasan buatan diberikan
3.Gangguhan
peredaran dara
a. umum
Salah satu tugas darah adalah
mengangkut zat asam dari paru-paru keseluruh tubuh. Bila zat asam tak dapat
mencapai darah, alat penting seperti jantung dan otak akan rusak. Hal ini sudah
terjadi 4-6 menit setelah zat asam tak tersedia. Apakah aliran darah tak cukup,
maka akan timbul keadaan gugat atau syok yang sangat berbahaya.
b. Syok
(gugat)
Adalah: keadaan di mana peredaran
organ terganggu. Pada dasarnya ini suatu keadaan dimana alat-alat tubuh tidak
cukup mendapat aliran darah yang mengandung zat asam/oksigen.
c.
Sebab-sebab terjadinya syok
1.
Perdarahan
yang hebat.
2.
Luka
bakar yang luas.
3.
Rasa
nyeri yang hebat.
4.
Kekurangan
cairan tubuh secara cepat (perdarahan/muntaber)
d.
Tanda-tanda syok
1.
Pucat.
2.
Mata
terlihat cekung.
3.
Nadi
susah terasa dan apabila terasa sangat cepat (150/menit)
e. Tanda
jantung berhenti
Tampak seperti mati dengan tanda:
1.
Korban
tidak sadar dan tidak bernapas.
2.
Denyut
jantung tidak teraba.
3.
Tidak
terdengar bunyi jantung.
4.
Warna
kulit pucat sampai kelabu.
5.
Mata
melebar.
f.
Bagaimana cara mengetahui bahwa jantung berhenti berdetak
1.
Cara
memeriksa:
a. Letakkan jari telunjuk dan jari tengah pada jakun korban
b. Geserkan jari-jari itu kebawa menuju antara lekukan antara otot di leher, dimna arteria car Otis berada.
c. Didaerah tersebut akan terasa denyut nadi.
a. Letakkan jari telunjuk dan jari tengah pada jakun korban
b. Geserkan jari-jari itu kebawa menuju antara lekukan antara otot di leher, dimna arteria car Otis berada.
c. Didaerah tersebut akan terasa denyut nadi.
2.
Bila
tidak ditemukan denyut nadi, berarti jantung berhenti.
4.Gangguan
kesadaran
1. Umum
Korban yang mengalami gangguan
kesadaran perlu penanganan cermat karena otot-ototnya (termasuk otot, ldah dan
rahang) menjadi lemas. Apabilah ia dibiarkan berbaring terlentang, pangkal
lidah akan jatuh ke belakang dan menyumbat tenggorokan.
Demikian juga, darah, atau bahan
muntah yang masuk ke dalam tenggorokan dapat menyumbat saluran napas. Korban
tidak sadar yang masih bernapas, harus di tempat dalam posisi miring mantap
kanan atau posisi aman untuk mempertahankan jalan napas tetap bebas kecuali ada
luka/cedera bagian kanan tubuh.
2.Sebab
gangguan kesadaran
1.
Benturan/pukulan
pada kepala.
2.
Sengatan
sinar mata hari yang langsung mengenai tengkuk kepala.
3.
Berada
dalam ruangan yang penuh orang, hingga kekurangan zat asam.
3.Perbedaan
sadar dan tidak sadar
SADAR
|
TIDAK
SADAR
|
Bila diajak
berbicara ada respon
|
Bila di ajak
berbicara tidak ada respon
|
D.
TINDAKAN PADA PPGD
1.
pertolongan gangguan pernapasan
a. Umum
untuk PPGD dikenai beberapa macam
pernapasan buatan antara lain:
1.
Dari
mulut ke mulut dan dari mulut ke hidung.
2.
Cara
holger Nielsen.
3.
Cara
silvester.
b.
Pernapasan buatan dari mulut ke mulut
1.
Baringkan
korban terlentang.
2.
Longgarkan
pakaian korban, misalnya ikat pinggang, dasi dll.
3.
Bersihkan
mulut, hidung, dan tenggorokan korban
4.
Bebaskan
jalan napas dengan cara : tengadakan kepala ke belakang dengan satu tangan lalu
tangan yang lain menunjang leher.
5.
Pada
pernapasan buatan dari mulut ke mulut, tutup hidung korban agar udara yang
ditiup tidak keluar lagi melalui hidung.
6.
Ambil
napas dalam, agar udara cukup banyak untuk ditiupkan ke dalam paru-paru korban.
7.
Letakkan
mulut penolong rapat-rapat mencakup seluruh mulut korban, kemudian tiup kuat
hingga terlihat dada korban mengembang.
8.
Berikan
4 kali napas dengan cepat, napas dalam dan hembuskan dengan cepat. Tiap napas
harus cukup untuk mengembangkan dada korban.
9.
Lanjutkan
pertolongan napas 12-15 kali per menit.
10. Sesudah satu menit diberi bantuan
napas, periksa kembali apa korban dapat bernapas sendiri, lakukan pemeriksaan
itu setiap beberapa menit sesudah itu.
11. Jika korban sudah bernapas
kembali, ia harus dalam posisi aman/stabil dan di awasi pernapasannya.
12. Jika korban tidak bernapas atau
pernapasannya berhenti kembali harus dianjurkan dengan bantuan napas.
Pada
beberapa keadaan pernapasan buatan mulut ke mulut/mulut ke hidung tidak dapat
dilaksanakan misalnya bila :
1.
Ada
luka/perdarahan di daerah mulut dan hidung
2.
Korban
keracunan yang masuk melalui mulut.
Ada dua
(2) metode lain yang dapat dipakai a.I. holger neilsen dan silvester
(pernapasan buatan ini kurang efektif disbanding mulut ke mulut).
c.
pernapasan buatan dari mulut ke hidung
1.
Cara
ini dilakukan apa bila terdapat luka pada rahang/bibir atau bila mulut korban
tidak bisa di buka
2.
Bebaskan
jalan napas.
3.
Gunakan
jempol satu tangan untuk menahan dagu dan menekan bibir bawah agar mulut
tertutup.
4.
Ambil
napas dalam dan berikan napas 4 kali hembusan napas penuh dengan cepat melalui
hidung, sehingga dada korban mengembang.
5.
Buka
mulut korban, perhatikan dada korban turun sambil mengambil napas lagi,
6.
Tutup
mulut korban, hembuskan napas dengan kuat dan lakukan sebanyak 12-15 kali
permenit,
7.
Lanjutkan
bantuan napas dengan beberapa hembusan yang cukup untuk mengembangkan dada,
8.
Istirahat
5-10 detik untuk memeriksa apakah pernapasan telah kembali.
d. Pernapasan
buatan Holger Neilsen
1.
Bebaskan
jalan napas.
2.
Korban
di telungkupkan dengan kedua telapak tangannya diletakkan di bawah pipi debagai
bantal.
3.
Penolong
berlutut dengan salah satu lutut, (kira-kira 15 cm) sebelah telingah korban.
4.
Kaki
yang lain diletakkan 5 cm dari siku korban.
5.
Tekan
punggung korban pada tulang belikat dengan kedua telapak tangan sambil
menghitung : satu, dua, tiga.
6.
Pada
hitungan ke empat (4) tekanan di lepaskan, dan lengan penolong di geser kea rah
lengan korban,
7.
Tarik
lengan korban kearah perut penolong, sehingga rongga dada korban mengembang
sambil menghitung : lima, enam, tujuh.
8.
Pada
hitungan ke delapan (8), tangan penolong kembali di geser kea rah tulang
belikat korban dan seterusnya. Hal ini dilakukan terus menerus dengan tekun
sampai ada tanda kehidupan dengan kecepatan 10-15 kali permenit.
9.
Bila
setelah 30 menit belum ada tanda hidup, hentikan pernapasan buatan.
10. Juika tulang lengan pata, cukup
dekerjakan dengan menggerakkan bahu korban naik turun 12 kali per menit.
Sob. Membantu banget informasinya..
BalasHapusThx ya...
Thx infonya, keren banget
BalasHapusKembali kasih....
BalasHapus